Sabtu, 27 Februari 2016

Tahun Ini Institut Teknologi Habibie Parepare Terima Mahasiswa Baru

          Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan segera menerbitkan izin operasional bagi Institut Teknologi Habibie, yang memfokuskan diri pada computer science itu. “Sekembali saya ke Jakarta, saya akan minta Direktur Kelembagaan untuk mengecek sampai di mana proses pengurusan izin operasionalnya,” ujarnya saat berada di Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa, 23 Februari 2016.
Nasir yang didampingi oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Jumain Appe dan Rektorat Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, melakukan peninjauan ke lokasi bakal dibangunnya kampus ITH di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki. “Setelah izin operasionalnya diterbitkan, tahun ini sudah bisa menerima pendaftaran mahasiswa baru,” ujarnya. Nasir menegaskan, percepatan penerbitan izin operasional ITH sangat penting guna mendukung visi Kemenristek Dikti menghadirkan perguruan tinggi yang fokus pada keilmuan tertentu. "Kita tertinggal dari negara lain karena kekurangan sarjana engineering,” ucapnya.
Nasir menyatakan dukungannya terhadap pembangunan perguruan tinggi yang focus pada bidang khusus yang dibutuhkan masyarakat di kawasan timur Indonesia, seperti ITH. Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengatakan, Menteri Nasir sudah melihat gambar rencana kampus ITH dalam bentuk audio visual. Lahan kampus seluas 34 hektare juga telah mendapatkan surat penetapan lokasi dari Gubernur Sulawesi Selatan, sehingga proses pembayaran ganti rugi kepada pemiliknya sudah bisa dimulai.
Menurut Taufan, seluruh fasilitas sebagai kampus modern akan tersedia dalam lokasi yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Bilanglange itu. "Kompleks kampus ITH teridiri dari gedung rektorat, gedung perkuliahan, perpustakaan, laboratoraium, hingga perumahan dosen.”Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, peletakan batu pertama kampus ITH telah dilakukan oleh BJ Habibie pada 27 Agustus 2014 lalu. Presiden RI ke-3 itu menjadi penggas berdirinya ITH di Parepare, yang merupakan daerah kelahirannya.
Namun sejak saat itu pembangunan kampus terkatung-katung. Rencana perkuliahan di bekas Gedung Pemuda, yang seharusnya bisa dimulai awal 2015 lalu juga terus tertunda. Renovasi Gedung Pemuda yang pernah terbakar tak kunjung dimulai. Pemerintah Kota Parepare juga pernah menjanjikan akan menggunakan bekas Kantor Badan Kepegawaian Daerah sebagai tempat kuliah sementara. Tapi janji itu juga tidak terwujud.
Sumber : Institute Teknologi Habibie Parepare

Jumat, 19 Februari 2016

UJIAN TULIS PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2016/2017

[CATAT dan Jangan Lupa di share ya]
1. SBMPTN [Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri]
Pendaftaran: 25 April - 20 Mei 2016
Ujian: 31 Mei 2016
Pengumuman: 28 Juni 2016
Biaya seleksi: 200.000.
Peserta dapat memilih program studi sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi.
http://sbmptn.ac.id

2. SIMAK [Seleksi Masuk] UI
Pendaftaran: 18 April - 20 Mei 2016
Ujian: 5 Juni 2016
Pengumuman: 1 Juli 2016
Program pendidikan: Vokasi (D3), S1 Reguler, S1 Paralel.
Biaya seleksi: 350.000 untuk 2 pilihan pertama, setiap tambahan piihan +50.000 per-prodi/jurusan, jika memilih prodi kelompok IPA dan IPS sekaligus dikenakan biaya tambahan 50.000.
Peserta dapat memilih program sebanyak-banyaknya 8 pilihan prodi/jurusan dengan ketentuan:
- Vokasi max 3 pilihan
- S1 Reguler max 3 pilihan
- S1 Paralel max 3 pilihan
http://simak.ui.ac.id
http://penerimaan.ui.ac.id

3. SIMAK UI - Kelas Internasional
Pendaftaran: 18 April - 20 Mei 2016
Ujian: 29 Mei 2016
Pengumuman: 1 Juli 2016
Biaya seleksi: 1.000.000.
Peserta S1 Kelas Internasional hanya bisa memilih 1 prodi/jurusan.
http://simak.ui.ac.id
http://penerimaan.ui.ac.id
4. UM [Ujian Mandiri] UNDIP
Pendaftaran: 27 April - 22 Mei 2016
Ujian: 5 Juni 2016 (bersamaan dengan SIMAK UI)
http://um.undip.ac.id
5. UTUL [Ujian Tulis] UGM
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi ujian tulis UGM ini*
Peserta mengikuti seleksi dengan memilih 3 (tiga) program studi pada Program Sarjana dan/atau Program
Diploma (khusus UTUL Gelombang 1 Sekolah Vokasi).
http://um.ugm.ac.id
6. UM [Ujian Mandiri] UNAIR
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi ujian mandiri UNAIR ini*
Biaya seleksi: Rp. 300.000,- untuk kelompok IPA/IPS (2 pilihan prodi)
dan Rp. 500.000,- Untuk kelompok IPC (4 pilihan prodi).
http://ppmb.unair.ac.id/web/site/mandiri
7. UMB PT [Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi]
Diikuti oleh: Universitas Udayana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Terbuka, dll.
Pendaftaran: 8 Juni - 31 Juli 2016
Ujian: 2 Agustus 2016
Pengumuman: 9 Agustus 2016
http://www.spmb.or.id
8. UMB PTS [Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Swasta]
Diikuti oleh : Universitas Islam Sumatera Utara – Universitas Malahayati – Universitas Pancasila – Universitas Trisakti – Universitas Bakrie – Universitas Gunadarma – Universitas Trilogi – Universitas Sahid – Universitas Katolik Parahyangan.
Pendaftaran : 18 Januari - 20 Februari 2016
Ujian : 21 Februari 2016
Pengumuman: 25 Februari 2016
Biaya seleksi: 175.000 - 250.000
http://www.spmb.or.id
9. UTM [Ujian Talenta Masuk] IPB
*Jadwal pendaftaran akan diumumkan pada bulan April 2016 oleh pihak IPB*
Materi ujian: Kemampuan IPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Bahasa Inggris, & Tes Talenta.
http://utm.ipb.ac.id
10. SM [Seleksi Mandiri] UNS
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi mandiri UNS ini*
Biaya seleksi: 100.000
Peserta kelompok Saintek/Soshum dapat memilih paling banyak 4 Program Studi Jenjang Sarjana dan atau Diploma dengan maksimal 2 Program Studi untuk masing-masing jenjang.
http://spmb.uns.ac.id
11. SPMK [Seleksi Penerimaan Minat dan Kemampuan] UNBRAW
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi SPMK UNBRAW ini*
http://selma.ub.ac.id/pendaftaran/spmk
12. PKM [Program Kemitraan dan Mandiri] ITS
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi PKM ITS ini*
http://smits.its.ac.id/sarjana/#pkm
13. SPMB [Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru] Mandiri UNSOED
Pendaftaran: 11 - 18 Juli 2016
Ujian: 24 Juli 2016, dan Ujian Keterampilan 25 - 26 Juli 2016
Pengumuman: 6 Agustus 2016
Biaya seleksi: 150.000 - 400.000.
Kelompok ujian Saintek/Soshum dapat memilih maksimal 2 Program Studi dari kelompok Program Studi tersebut.
Kelompok ujian Campuran dapat memilih maksimal 3 Program Studi yang merupakan campuran dari kelompok Saintek dan kelompok Soshum.
http://spmb.unsoed.ac.id
14. PENMABA [Penerimaan Mahasiswa Baru] UNJ
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi Penmaba UNJ ini*
Biaya seleksi: 300.000 - 700.000
http://penmaba.unj.ac.id
15. UM PTKIN [Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri]
Diikuti oleh: UIN (Universitas Islam Negeri), IAIN (Institut Agama Islam Negeri), dan STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) seluruh Indonesia.
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi UM PTKIN ini*
Biaya seleksi: 100.000
http://um-ptkin.ac.id
16. PENMARU [Penerimaan Mahasiswa Baru] UPN Veteran Jakarta
*Belum ada informasi terbaru mengenai jadwal pelaksanaan seleksi Penmaru UPNVJ ini*
Biaya seleksi: 300.000
http://penmaru.upnvj.ac.id
Semoga bermanfaat dan Selamat memilih yang terbaik :)

Senin, 15 Februari 2016

Universitas Pertamina Terima Mahasiswa Baru Perdana Juli 2016


          Pertamina Foundation, badan sosial yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), telah meluncurkan Universitas Pertamina untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam pengembangan sumber energi, termasuk energi baru terbarukan. Universitas Pertamina akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2016/2017 atau pada Juli mendatang. Peresmian Universitas Pertamina dilakukan pada Kamis (11/2/2016) lalu. Rencananya Universitas Pertamina akan memiliki enam fakultas dan 15 program studi. Ke-15 program studi tersebut adalah teknik geofisika, teknik geologi, teknik perminyakan, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik logistik, dan teknik sipil serta teknik lingkungan. Selain itu, universitas baru ini juga membuka program studi ilmu komputer, ilmu kimia, ilmu komunikasi, hubungan internasional, ekonomi, dan manajemen.
          Peresmian Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis (11/2/2016), dihadiri antara lain Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara Edwin Hidayat Abdullah, Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka, dan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Umar Fahmi. Universitas Pertamina berlokasi di Pertamina Corporate University Simprug, Jakarta Selatan. Dwi mengatakan, dukungan Pertamina agar didirikan Universitas Pertamina untuk ikut mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa menghadapi persaingan di kawasan ASEAN dan global. Kebutuhan SDM yang unggul, terutama di bidang energi, serta riset untuk energi harus segera disiapkan Indonesia.
          Nasir menyambut baik pendirian Universitas Pertamina, yang utamanya untuk memenuhi kebutuhan ahli teknik. "Saya mendorong agar pendirian program studi teknik bisa bertambah. Sebab, pembangunan ini butuh dukungan tenaga kerja yang terampil di bidang teknik, perminyakan, dan energi," tutur Nasir. Umar mengatakan, pendirian Universitas Pertamina sejalan dengan kemajuan industri, globalisasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia yang menuntut peningkatan kebutuhan akan SDM yang berkualitas berupa tenaga kerja yang tangguh dan mampu bersaing di bidang pengelolaan energi. Pertamina Foundation ditunjuk sebagai pengelola Universitas Pertamina sesuai aturan yang berlaku untuk pengelolaan perguruan tinggi nonperguruan tinggi negeri (PTN).
          Pertamina Foundation berencana menyiapkan pengembangan Universitas Pertamina menjadi universitas kelas dunia. "Kami akan melakukannya secara bertahap, mulai dari tingkat nasional hingga kelas dunia. Universitas Pertamina ke depan harus dapat menjadi kampus yang internationally recognized dengan bertumpu pada budaya riset-riset yang implementatif di bidangnya," kata Umar.
Universitas Pertamina menempati lahan seluas 6,5 hektar. Fasilitas pendidikan menempati dua gedung, masing-masing sembilan lantai dan empat lantai. Pertamina Foundation memperkirakan setiap program studi sarjana minimal 60 mahasiswa sehingga tiap tahun ajaran sedikitnya menerima 900 mahasiswa baru.
          Menurut Umar, kapasitas dan pengalaman Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap program studi yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademik yang kuat di setiap bidang studi, tetapi juga akan mendapatkan transfer of knowledge yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi di Pertamina.
          Kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung pada lingkungan industri energi di wilayah operasional Pertamina juga menjadi keunggulan tersendiri yang bisa didapatkan oleh mahasiswa Universitas Pertamina. "Soal biaya pendidikan akan dikelola oleh manajemen universitas. Kurikulum pasti akan lebih fokus dan berbeda dari perguruan tinggi lain," kata Umar.
Sumber : tribunjambi, 14/02/2016|info3sma

Senin, 08 Februari 2016

Cara Mudah Lanjut Studi di AS

 
Sebagian besar orang berpikir bahwa belajar ke luar negeri, khususnya Amerika Serikat (AS), membutuhkan biaya fantastis. Tak heran, banyak orang yang mengurungkan niat sekolah di AS lantaran terkendala masalah biaya, meski kesempatan terbuka lebar. Ternyata, ada salah satu program belajar di AS dengan biaya relatif terjangkau. Bayangkan saja, biaya kuliah per semester yang rata-rata sekira USD14.000 bisa ditekan menjadi USD4.000 sampai USD6.000 per semester.
"Community College merupakan salah satu program yang banyak diminati pelajar internasional. Melalui Community College, selama dua tahun kamu akan mendapatkan gelar setingkat D-2 dan menghemat budget pengeluaran biaya kuliah," terang Cultural Attache US Embassy in Jakarta, Indonesia, Deborah C Lynn, dalam sebuah media briefing belum lama ini. Selain biaya yang murah, beberapa Community College juga menyediakan beasiswa. Namun, kata Deborah, jumlah beasiswa memang tidak terlalu besar karena biaya studi program ini sudah cukup terjangkau.
"Kesempatan beasiswa tentu ada. Beberapa beasiswa diberikan Community College sebagai reward prestasi akademis yang diraih. Tapi jumlahnya memang tidak sebanyak beasiswa sekolah S-1," imbuhnya. Saat ini, setidaknya terdapat lebih dari 1.200 Community College yang bisa dipilih pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di AS. Meski demikian, imbuh Deborah, mahasiswa Indonesia rata-rata memilih Community College yang ada di Seattle, California, dan Texas.
"Pemilihan lokasi tergantung pada mereka. Karena ada yang cenderung ingin di pinggiran kota, tapi ada juga yang justru memilih di tengah kota, seperti Manhattan," ujarnya. Sementara salah satu alumnus Community College asal Indonesia, Raynaldi Joshua Inaray menceritakan, biaya hidup bisa diakali dengan pemilihan lokasi Community College. Dia sendiri selama menjalani program tersebut tinggal di apartemen.
"Di Baton Rouge Community College enggak ada asrama, aku tinggal di apartemen sebulan USD425 per bulan. Kalau di tempat aku cenderung mahal di transportasi. Jadi kalau biaya hidup tergantung tempat yang kita pilih," tandasnya.
Sumber : okezone/@info3sma